Jumat, 19 Juni 2009

Kelanaku Tak Lagi Nyata

Kaki tertatih terseok melangkah

Beban sarat noktah menghantui

Raga tinggal tulang berbalut wadah kasar

Jiwa kering kerontang, gersang meranggas



NNuurani terkungkung dalam tabir keangkuhan

Keletihan membias di permukaan wajah lusuh

Keputus asaan membayang dalam tatapan mata kelam hampa

Bimbang rasuki akal, bibir meracau tak keruan

Asa tinggal puing-puing berserak

Bak debu melayang terbawa hembus sang bayu



Kembali kaki ringkih melangkah

Menyisir bumi berbatu, tapaki lorong panjang gelap

Jelajahi tepian jurang terjal, tanpa arah tujuan



Terukir jelas dalam ingatan, membayang keangkuhan kesombongan

kala raga berteriak lantang



"AKU AKAN BERKELANA"



Berlari mencari dan merengkuhnya

bersumpah kan dapatkan tuk milikinya



Namun...

Kesombongan itu telah sirna

Keangkuhan menguap entah kemana

Meninggalkan wadah kasar yang kini bgai jasad mati

Terombang-ambing bak dilautan tanpa tepian

Semua yang diimpikan hanya bayangan ilusi

Cinta yang diperjuangkan berganti onak duri

Sumpah yang diikrarkan tlah lama mati

Hati yang diharap semanis madu, kini berselimut empedu meracuni

Hingga kelanaku tak lagi pasti, berganti halusinasi



Batinku berteriak....

Hai seonggok daging merah

Kau begitu angkuh dan sombong

Hingga tertutupi kebodohan, kerapuhan dan kedangkalanmu

Berkalipun kau berdarah tetap tak peduli

Menunggu asa yang ternyata sebilah BELATI

Hingga kau berpaling dari cinta sejati-Nya



Batin bergolak antara harap dan bimbang

Kala secercah sinar mengerjap dikejauhan



Tuhan...

Apakah itu cahaya-Mu

Yang sengaja engkau biaskan

Tuk terangi langkahku



Ya..Robb..

Bukalah mata telanjangku

Agar dapat melihat semua Petunjuk-Mu



Ya...Ilahi...

Bukalah mata batinku

Hingga benderang jalan yang kan ku tapaki



Ya...Allah..

Tunjukkan kuasa-Mu akan keajaiban semesta

Hikmah di sebalik pahit manis kehidupan

Bangunkan aku dari mimpi tidur panjang

Hentikan aku dari kelana maya fana

Hingga kudapat kembali menjamah dunia nyata

Melanjutkan kembali KELANA yang tertunda

Hanya untuk satu tujuan dan harapan



"RIDHO-MU Sang Maha Agung"



Amien....

Tidak ada komentar: